Flora Incognita membantu Anda mengidentifikasi tanaman liar dengan cepat melalui foto. Temukan nama dan faktanya, bahkan saat tidak berbunga, berkat AI canggih. Lacak penemuan Anda, gratis, dan mendukung konservasi alam.
Pernahkah Anda bertanya-tanya nama bunga liar yang cantik di tepi jalan atau pohon misterius di hutan? Flora Incognita hadir sebagai penjelajah botani pribadi Anda, mengubah momen keingintahuan menjadi penemuan. Cukup abadikan gambar tanaman menggunakan perangkat Anda, dan saksikan algoritma cerdas berbasis kecerdasan buatan kami segera mengungkap identitasnya. Kemampuan ini tetap akurat bahkan untuk tanaman yang belum atau tidak sedang berbunga, dilengkapi dengan lembar fakta komprehensif yang membuka gerbang pengetahuan mendalam tentang setiap spesies.
Lebih dari sekadar identifikasi instan, Flora Incognita menemani perjalanan Anda dalam menjelajahi alam. Setiap penemuan yang Anda buat dapat disimpan dengan mudah dalam daftar pengamatan pribadi, lengkap dengan penanda lokasi pada peta interaktif. Fitur ini memungkinkan Anda memantau perkembangan pengetahuan botani Anda dari waktu ke waktu, menyaksikan bagaimana pemahaman Anda tentang flora di sekitar terus bertumbuh. Bagikan juga keindahan temuan Anda dengan teman dan komunitas melalui platform media sosial favorit Anda, menginspirasi lebih banyak orang untuk terhubung dengan alam.
Keistimewaan Flora Incognita terletak pada komitmennya sebagai inisiatif nirlaba. Aplikasi ini tersedia sepenuhnya tanpa biaya dan bebas iklan, lahir dari sebuah proyek penelitian ilmiah yang berdedikasi pada konservasi alam. Setiap observasi yang Anda kontribusikan memiliki nilai besar, mendukung para ilmuwan dalam menjawab pertanyaan krusial terkait penyebaran spesies invasif atau dampak perubahan iklim terhadap ekosistem. Selain itu, Anda akan selalu mendapatkan kabar terbaru dari proyek ini, wawasan ilmiah, serta cerita menarik tentang dinamika alam melalui narasi reguler kami. Aplikasi inovatif ini dikembangkan oleh para ilmuwan dari Universitas Teknik Ilmenau dan Institut Max Planck untuk Biogeokimia Jena.